LayarCinema21

Di gedung bioskop, tiap layar punya nomor. LayarCinema21 memakai nomor itu untuk hal lain: urutan sebuah film di dalam serinya. Layar 1 memutar film pertama, awal mula sebuah cerita. Layar 2 memutar lanjutannya. Layar 3, 4, 5, dan seterusnya memutar bagian-bagian berikutnya, sampai bagian kesembilan dan satu film bernomor 24. Dua layar lain berdiri di luar hitungan: lepasan dan prekuel, serta buat ulang. Dua ratus enam puluh tiga film tersusun dalam lima belas layar, dan nomor urutnya tercetak besar di tiap poster.

Lima belas layar: film ke berapa dalam serinya?

Layar 1: animasi

Lihat semua (24)

Layar 1: pahlawan dan fiksi ilmiah

Lihat semua (23)

Layar 1: petualangan dan fantasi

Lihat semua (14)

Layar 1: Indonesia

Lihat semua (17)

Layar 1: drama dan laga dunia

Lihat semua (9)

Layar 2: animasi

Lihat semua (18)

Layar 2: pahlawan dan petualangan

Lihat semua (23)

Layar 2: Indonesia

Lihat semua (17)

Layar 2: drama dan laga dunia

Lihat semua (13)

Layar 3: animasi dan keluarga

Lihat semua (17)

Layar 3: laga dan fantasi

Lihat semua (20)

Layar 5 ke atas

Lihat semua (17)

Lepasan dan prekuel

Lihat semua (16)

Buat ulang dan versi baru

Lihat semua (19)

Panduan LayarCinema21

LayarCinema21: layar ke berapa?

Nomor di pintu layar

Di gedung bioskop, tiap ruang putar memiliki nomor di atas pintunya: layar 1, layar 2, layar 3. LayarCinema21 meminjam nomor itu dan memberinya arti baru. Di sini nomor layar menunjukkan urutan sebuah film di dalam serinya. Film pertama diputar di layar 1. Lanjutannya di layar 2. Bagian ketiga di layar 3, dan begitu seterusnya.

Dua ratus enam puluh tiga film tersusun dengan cara itu. Delapan puluh tujuh adalah film pertama, tujuh puluh satu adalah film kedua, tiga puluh tujuh adalah film ketiga, enam belas adalah film keempat, dan tujuh belas bernomor lima atau lebih. Tiga puluh lima film lain berdiri di luar hitungan sebagai lepasan, prekuel, atau buat ulang. Gagasan ini diuraikan di Layar ke berapa.

Susunan ini menjawab pertanyaan yang sering muncul sebelum menonton: ini film ke berapa, dan perlukah menonton yang sebelumnya? Ia juga membuka pertanyaan yang lebih menarik: apakah lanjutan pernah lebih baik daripada film pertamanya? Angka di halaman ini memberi jawaban yang cukup jelas.

Tiap film memiliki halaman sendiri dengan poster, sinopsis berbahasa Indonesia, pemeran, sutradara, durasi, dan rating. Tombol Tonton sekarang membuka judul itu di JustWatch, tempat layanan resmi untuk negara Anda ditampilkan. Kunjungan pertama paling mudah dimulai dari Mulai di LayarCinema21.

Lima belas layar dalam empat baris

Papan di beranda memuat empat baris. Baris pertama adalah layar 1 dengan lima ruang: animasi, pahlawan dan fiksi ilmiah, petualangan dan fantasi, Indonesia, serta drama dan laga dunia. Baris kedua adalah layar 2 dengan empat ruang: animasi, pahlawan dan petualangan, Indonesia, serta drama dan laga dunia.

Baris ketiga adalah layar 3 dan seterusnya dengan empat ruang: dua ruang untuk film ketiga, satu untuk film keempat, dan satu untuk film kelima ke atas. Baris keempat berdiri di luar nomor: satu ruang untuk lepasan dan prekuel, satu untuk buat ulang. Lima ditambah empat ditambah empat ditambah dua sama dengan lima belas layar, dan tiap film diputar di tepat satu layar.

Halaman Layar memuat daftar lengkapnya, ditambah satu daftar khusus: lanjutan yang melampaui, berisi dua puluh lima film lanjutan yang ratingnya lebih tinggi daripada film pertama serinya.

Cara membaca satu poster

Tiap poster di beranda membawa nomor besar berlatar merah di sudut kiri bawah: 1, 2, 3, sampai 9, dan pada satu poster, 24. Lepasan dan prekuel membawa tanda tambah, sedangkan buat ulang membawa tanda panah melingkar. Di sudut kiri atas ada rating, di sudut kanan atas ada durasi, dan di bawah poster tertulis nama layarnya, judul, tahun, serta genre utama.

Nomor mengikuti urutan rilis di dalam seri, sebab begitulah penonton pertama kali mengalaminya. Karena itu tiga film prekuel Star Wars membawa nomor 4, 5, dan 6: ketiganya rilis sesudah trilogi asli, meskipun ceritanya terjadi lebih dahulu. Aturan lengkapnya ada di Cara menomori.

Katalog dalam angka

Rata-rata rating seluruh katalog adalah 7,07 dan rata-rata durasinya 120 menit. Delapan puluh tiga film memiliki rating 7,5 atau lebih, dan dua puluh satu memiliki 8,0 atau lebih. Tahun rilisnya membentang dari 1959 sampai 2025. Enam puluh satu film adalah animasi.

Dua ratus dua film berbahasa Inggris, empat puluh empat film Indonesia, dan tujuh belas film berasal dari Korea, Hong Kong, Tiongkok, India, dan Jepang. Film Indonesia hadir di hampir semua nomor, dari layar 1 sampai layar 4, sebab sinema kita juga gemar melanjutkan cerita yang disukai penontonnya.

Rating tertinggi dipegang The Godfather (1972) dengan 8,7, sebuah film pertama. Tepat di bawahnya berdiri lanjutannya, The Godfather Part II (1974), dengan 8,6. Dua film itu membuka persoalan utama halaman ini, dan jawabannya ada di bagian-bagian berikut.

Apa kata nomor tentang mutu

Jika rating dirata-ratakan per nomor, hasilnya begini. Film pertama: 7,26. Film kedua: 6,93. Film ketiga: 7,03. Film keempat: 6,91. Film kelima dan seterusnya: 7,13. Jadi film pertama memang paling tinggi, dan penurunan terbesar terjadi tepat pada langkah pertama, dari film pertama ke film kedua.

Namun angka itu berhenti turun sesudahnya. Film ketiga sedikit di atas film kedua, dan film kelima ke atas lebih tinggi lagi. Penjelasannya sederhana: hanya seri yang kuat yang bertahan sampai nomor besar. Seri yang lemah berhenti di nomor dua, sehingga layar 2 menampung baik lanjutan yang gemilang maupun lanjutan yang membuat serinya tamat.

Durasi bergerak ke arah sebaliknya. Film pertama rata-rata berlangsung 116 menit, film kedua 119, film ketiga 120, film keempat 128, dan film kelima ke atas 137. Makin jauh sebuah seri berjalan, makin panjang filmnya, sebab makin banyak tokoh dan urusan yang harus diselesaikan.

Layar 1: delapan puluh tujuh awal mula

Baris pertama memutar film yang memulai segalanya. Delapan puluh tujuh film pertama di LayarCinema21 memiliki rata-rata rating 7,26 dan rata-rata durasi 116 menit. Sembilan memiliki rating 8,0 atau lebih, dan tiga puluh tiga memiliki 7,5 atau lebih. Tahun rilisnya membentang dari 1964 sampai 2022. Panduannya ada di Panduan layar 1.

Film pertama memiliki satu keistimewaan yang hilang pada lanjutannya: ia harus memperkenalkan sebuah dunia kepada penonton yang datang dengan tangan kosong. Kejutan itu hanya terjadi sekali.

Layar 1: animasi

Ruang ini memutar dua puluh empat film animasi yang melahirkan seri, dengan rata-rata 7,17 dan rata-rata durasi 97 menit. Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) memimpin dengan rating 8,4, dan Toy Story (1995), film tertua di ruang ini, menyusul dengan 8,0.

Inside Out (2015) memiliki 7,9. Tiga film berbagi 7,8: Finding Nemo (2003), Shrek (2001), dan Zootopia (2016). The Incredibles (2004) memiliki 7,7 dan Moana (2016) memiliki 7,6. Semua judul itu kemudian mendapat lanjutan, dan sebagian besar lanjutannya ikut hadir di layar berikutnya.

Di ruang ini juga berdiri awal seri-seri yang sangat panjang: Ice Age (2002), yang kelak mencapai lima film, Madagascar (2005), Cars (2006), Kung Fu Panda (2008), dan Despicable Me (2010). Wreck-It Ralph (2012), Frozen (2013), The Lego Movie (2014), dan The Secret Life of Pets (2016) mewakili dasawarsa berikutnya.

Layar 1: pahlawan dan fiksi ilmiah

Ruang ini memutar dua puluh tiga film dengan rata-rata 7,3 dan rata-rata durasi 129 menit. Star Wars (1977) adalah yang tertua dan memimpin dengan rating 8,2. The Avengers (2012) memiliki 8,1 dan Jurassic Park (1993) memiliki 8,0.

Sebelas film memperkenalkan pahlawan berkostum: Iron Man (2008) dengan 7,7, Deadpool (2016) dengan 7,6, Doctor Strange (2016), Black Panther (2018), Wonder Woman (2017), Thor (2011), Captain America: The First Avenger (2011), Captain Marvel (2019), Shazam! (2019), Man of Steel (2013), dan X-Men (2000). Dua film memulai ulang kisah Spider-Man: The Amazing Spider-Man (2012) dan Spider-Man: Homecoming (2017).

Fiksi ilmiah mengisi sisanya: Dune (2021) dengan 7,8, Avatar (2009) dengan 7,6, The Hunger Games (2012), Men in Black (1997), Transformers (2007), Pacific Rim (2013), dan Sonic the Hedgehog (2020).

Layar 1: petualangan dan fantasi

Ruang ini memutar empat belas film dengan rata-rata 7,42. The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001) memimpin dengan 8,4. Harry Potter and the Philosopher's Stone (2001) memiliki 7,9, dan Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003) memiliki 7,8. Tiga seri besar itu lahir dalam rentang tiga tahun.

Knives Out (2019) memiliki 7,8, John Wick (2014) dan Mary Poppins (1964) memiliki 7,5. Mary Poppins adalah film tertua di seluruh baris layar 1; lanjutannya baru datang lima puluh empat tahun kemudian. The Hobbit: An Unexpected Journey (2012), Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016), Sherlock Holmes (2009), Jumanji (1995), Paddington (2014), Maleficent (2014), The Mummy (1999), dan Night at the Museum (2006) melengkapi ruang.

Layar 1: Indonesia

Ruang ini memutar tujuh belas film Indonesia yang kemudian dilanjutkan. Rata-ratanya 7,1 dan rata-rata durasinya 109 menit. Petualangan Sherina (2000) memiliki rating 7,9, Habibie & Ainun (2012) memiliki 7,7, dan Laskar Pelangi (2008) memiliki 7,6. Sebuah drama tahun 2015 tentang rumah tangga yang diuji memegang rating tertinggi, 8,0.

Empat film berbagi 7,5 atau mendekatinya: Ada Apa dengan Cinta? (2002), Dilan 1990 (2018), Cek Toko Sebelah (2016), dan Serbuan Maut (2012) dengan 7,4. Nagabonar (1986) adalah yang tertua. Si Doel the Movie (2018) memindahkan sinetron kesayangan ke layar lebar, dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016) menghidupkan kembali trio pelawak legendaris.

Perahu Kertas (2012), Single (2015), Filosofi Kopi (2015), Comic 8 (2014), Ayat-Ayat Cinta (2008), dan London Love Story (2016) melengkapi ruang.

Layar 1: drama dan laga dunia

Ruang terkecil di baris ini memutar sembilan film dengan rata-rata tertinggi di layar 1, yaitu 7,45. The Godfather memimpin dengan 8,7. Before Sunrise (1995) memiliki 8,0, The Witch: Part 1. The Subversion (2018) dari Korea memiliki 7,9, dan Rocky (1976) memiliki 7,8.

Hong Kong hadir lewat Police Story (1985) dan God of Gamblers (1989). Tiongkok hadir lewat Red Cliff (2008), Korea lewat Alienoid (2022), dan India lewat Dabangg (2010). Kesembilan film ini menunjukkan bahwa kebiasaan melanjutkan cerita tersebar di seluruh dunia.

Layar 2: tujuh puluh satu lanjutan pertama

Baris kedua memutar film kedua dari sebuah seri. Tujuh puluh satu film di sini memiliki rata-rata rating 6,93, terendah di antara semua nomor, dan rata-rata durasi 119 menit. Hanya tiga memiliki rating 8,0 atau lebih. Panduannya ada di Panduan layar 2.

Film kedua menanggung beban paling berat. Ia harus mengulang apa yang disukai penonton dan sekaligus menawarkan sesuatu yang baru. Sebagian berhasil dengan gemilang, dan tiga film berating delapan di baris ini termasuk yang paling dihormati dalam sejarah sinema.

Layar 2: animasi

Ruang ini memutar delapan belas lanjutan animasi dengan rata-rata 7,05 dan rata-rata durasi 100 menit. How to Train Your Dragon 2 (2014) dan Zootopia 2 (2025) memimpin dengan 7,7; Zootopia 2 juga film termuda di LayarCinema21. Toy Story 2 (1999) memiliki 7,6 dan Incredibles 2 (2018) memiliki 7,5.

Menarik membandingkan tiap film dengan pendahulunya. Toy Story turun dari 8,0 ke 7,6, The Incredibles dari 7,7 ke 7,5, dan Moana dari 7,6 ke 7,0 pada Moana 2 (2024). Namun beberapa lanjutan justru naik: The Secret Life of Pets 2 (2019) dari 6,3 ke 7,0, Trolls World Tour (2020) dari 6,6 ke 7,2, The Boss Baby: Family Business (2021) dari 6,5 ke 7,3, dan The Angry Birds Movie 2 (2019) dari 6,3 ke 7,1. Film pertama yang biasa saja memberi ruang lebih lapang untuk membaik.

The Croods: A New Age (2020), Sonic the Hedgehog 2 (2022), Ralph Breaks the Internet (2018), Despicable Me 2 (2013), Hotel Transylvania 2 (2015), Ice Age: The Meltdown (2006), Madagascar: Escape 2 Africa (2008), dan Cars 2 (2011) melengkapi ruang.

Layar 2: pahlawan dan petualangan

Ruang ini memutar dua puluh tiga film dengan rata-rata 7,15 dan rata-rata durasi 134 menit. Dua film memimpin dengan rating 8,4: The Empire Strikes Back (1980) dan The Lord of the Rings: The Two Towers (2002). Yang pertama melampaui Star Wars (8,2) dan sering disebut lanjutan terbaik yang pernah dibuat; yang kedua menyamai film pertamanya.

Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002) memiliki 7,7. The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013) dan Avatar: The Way of Water (2022) memiliki 7,6. Spider-Man: Far From Home (2019) dan Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest (2006) memiliki 7,4. Spider-Man 2 (2004) dan Indiana Jones and the Temple of Doom (1984) memiliki 7,3.

Di sisi lain timbangan ada lanjutan yang turun cukup jauh: Iron Man 2 (2010) dari 7,7 ke 6,9, Thor: The Dark World (2013) dari 6,8 ke 6,5, Men in Black II (2002) dari 7,2 ke 6,4, dan Mary Poppins Returns (2018) dari 7,5 ke 6,5. Avengers: Age of Ultron (2015), X2 (2003), The Matrix Reloaded (2003), dan Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) berada di tengah.

Layar 2: Indonesia

Ruang ini memutar tujuh belas lanjutan Indonesia. Rata-ratanya 6,47, terendah di antara kelima belas layar, tetapi enam filmnya justru melampaui film pertama masing-masing.

Cek Toko Sebelah 2 (2022) naik dari 7,5 ke 7,9. Perahu Kertas 2 (2012) naik dari 7,1 ke 7,7. The Raid 2: Berandal (2014) naik dari 7,4 ke 7,6 dan memperluas satu gedung menjadi seluruh dunia hitam Jakarta. Single: Part 2 (2019) naik dari 7,1 ke 7,3, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017) dari 6,8 ke 7,0, dan Ayat-Ayat Cinta 2 (2017) dari 5,9 ke 6,5.

Lanjutan lain turun: Dilan 1991 (2019) dari 7,5 ke 6,9, Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016) dari 7,5 ke 6,4, Sang Pemimpi (2009) dari 7,6 ke 6,6, dan Petualangan Sherina 2 (2023), yang datang dua puluh tiga tahun sesudah film pertamanya, dari 7,9 ke 6,9. Nagabonar Jadi 2 (2007), Si Doel the Movie 2 (2019), dan London Love Story 2 (2017) melengkapi ruang.

Layar 2: drama dan laga dunia

Ruang ini memutar tiga belas film. The Godfather Part II memimpin dengan 8,6 dan menjadi lanjutan berating tertinggi di LayarCinema21. Before Sunset (2004) memiliki 7,8, sedikit di bawah Before Sunrise.

Asia hadir dengan lima lanjutan: Red Cliff II (2009), yang naik dari 7,1 ke 7,3, The Witch: Part 2. The Other One (2022), The Roundup (2022), Alienoid: Return to the Future (2024), dan God of Gamblers II (1990). Dabangg 2 (2012) dari India memiliki rating terendah di ruang ini, 5,0.

Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011), Glass Onion: A Knives Out Mystery (2022), Home Alone 2: Lost in New York (1992), Pitch Perfect 2 (2015), dan The Twilight Saga: New Moon (2009) melengkapi ruang.

Layar 3 dan seterusnya: tujuh puluh film

Baris ketiga memutar film ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Tujuh puluh film di sini memiliki rata-rata 7,03 dan rata-rata durasi 126 menit. Lima memiliki rating 8,0 atau lebih. Hanya seri yang disayangi penonton yang sampai ke baris ini, dan itu terlihat pada angkanya. Panduannya ada di Panduan layar 3 dan seterusnya.

Layar 3: animasi dan keluarga

Ruang ini memutar tujuh belas film ketiga yang ramah keluarga, dengan rata-rata 6,69 dan rata-rata durasi 99 menit. Tiga film memimpin dengan 7,8: Toy Story 3 (2010), How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019), dan Laskar Pelangi 2: Edensor (2013).

Toy Story 3 adalah contoh film ketiga yang menutup cerita dengan sempurna: ratingnya naik kembali dari 7,6 pada film kedua. Edensor melakukan hal serupa untuk kisah anak-anak Belitung, naik dari 6,6 ke 7,8, lebih tinggi daripada Laskar Pelangi sendiri. Sonic the Hedgehog 3 (2024) memiliki 7,6 dan melanjutkan kenaikan seri itu: 7,3, lalu 7,4, lalu 7,6.

Seri lain mulai lelah di nomor tiga. Despicable Me 3 (2017) turun ke 6,5 dari 7,3 dan 7,0. Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) dan Pitch Perfect 3 (2017) berada di 6,2 dan 6,5. Cars 3 (2017) justru memperbaiki diri dari 6,2 ke 6,9. Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009), Madagascar 3: Europe's Most Wanted (2012), Kung Fu Panda 3 (2016), dan Jumanji: The Next Level (2019) melengkapi ruang.

Lima film Indonesia berdiri di sini. Selain Edensor ada Milea: Suara dari Dilan (2020), yang menceritakan ulang kisah Dilan dari sudut pandang sang pemuda, Ben & Jody (2022), Comic 8: Casino Kings - Part 2 (2016), dan Warkop DKI Reborn 3 (2019).

Layar 3: laga dan fantasi

Ruang ini memutar dua puluh film ketiga dengan rata-rata 7,32, lebih tinggi daripada ruang serupa di layar 2. Rata-rata durasinya 137 menit. Tiga film memiliki rating 8,0 atau lebih.

The Lord of the Rings: The Return of the King (2003) memimpin dengan 8,5 dan menjadi puncak trilogi yang terus naik: 8,4, 8,4, 8,5. Avengers: Infinity War (2018) memiliki 8,2. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) memiliki 8,0, kenaikan pertama seri itu sesudah 7,9 dan 7,7.

Empat film berbagi 7,9: Return of the Jedi (1983), Indiana Jones and the Last Crusade (1989), Guardians of the Galaxy Vol. 3 (2023), dan film ketiga Spider-Man dari 2021 yang mempertemukan tiga generasi pemerannya. The Dark Knight Rises (2012) memiliki 7,8, dan Thor: Ragnarok (2017) memiliki 7,6, lompatan besar dari 6,8 dan 6,5 pada dua film sebelumnya.

Film ketiga juga bisa menjadi titik jatuh. Spider-Man 3 (2007) turun ke 6,5, X-Men: The Last Stand (2006) ke 6,4, The Matrix Revolutions (2003) ke 6,8, dan Men in Black 3 (2012) ke 6,5. Iron Man 3 (2013), The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014), Pirates of the Caribbean: At World's End (2007), The Hunger Games: Mockingjay - Part 1 (2014), The Twilight Saga: Eclipse (2010), dan God of Gamblers' Return (1994) melengkapi ruang.

Layar 4

Layar 4 memutar enam belas film keempat dengan rata-rata 6,91 dan rata-rata durasi 128 menit. Avengers: Endgame (2019) memimpin dengan rating 8,2 dan durasi 181 menit, film terpanjang di layar ini.

Harry Potter and the Goblet of Fire (2005) memiliki 7,8, Rurouni Kenshin: The Final (2021) memiliki 7,7, dan Mad Max: Fury Road (2015) memiliki 7,6. Fury Road adalah kasus langka: film keempat yang datang tiga puluh tahun sesudah film ketiga dan dianggap yang terbaik di serinya. Toy Story 4 (2019) memiliki 7,5, Ip Man 4: The Finale (2019) memiliki 7,3, dan Mission: Impossible - Ghost Protocol (2011) memiliki 7,1.

Di nomor empat, kelelahan lebih sering terlihat. Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008) dan Transformers: Age of Extinction (2014) berada di 6,0. Shrek Forever After (2010) dan Ice Age: Continental Drift (2012) berada di 6,4. Star Wars: Episode I - The Phantom Menace (1999), film keempat menurut urutan rilis, berada di 6,6, sama dengan Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011).

Indonesia diwakili Dilan 1983: Wo Ai Ni (2024), rilis keempat dari dunia Dilan, yang mundur ke masa kecil tokohnya. The Hunger Games: Mockingjay - Part 2 (2015) dan The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 1 (2011) melengkapi layar.

Layar 5 ke atas

Layar ini memutar tujuh belas film bernomor lima sampai sembilan, ditambah satu film bernomor 24. Rata-ratanya 7,13, lebih tinggi daripada layar 2 dan layar 4, dan rata-rata durasinya 137 menit. Hanya enam seri di LayarCinema21 yang sampai ke sini, dan nomor tiap film tercetak di posternya.

Harry Potter mengisi empat tempat: Harry Potter and the Order of the Phoenix (nomor 5), Harry Potter and the Half-Blood Prince (nomor 6), dan Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 (nomor 7), ketiganya dengan rating 7,7, lalu Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (nomor 8) dengan 8,1. Film kedelapan itu adalah yang berating tertinggi di serinya, penutup yang langka untuk seri sepanjang itu.

Star Wars mengisi lima tempat menurut urutan rilis: Star Wars: Episode II - Attack of the Clones (nomor 5), Star Wars: Episode III - Revenge of the Sith (nomor 6) dengan 7,5, Star Wars: The Force Awakens (nomor 7) dengan 7,2, Star Wars: The Last Jedi (nomor 8), dan Star Wars: The Rise of Skywalker (nomor 9) dengan 6,2, nomor tertinggi di antara seri yang dihitung berurutan.

Mission: Impossible adalah seri yang membaik seiring nomor: 7,1 pada film keempat, 7,2 pada Mission: Impossible - Rogue Nation (nomor 5), dan 7,5 pada Mission: Impossible - Fallout (nomor 6). X-Men: Days of Future Past (nomor 7) juga memiliki 7,5, dan Rurouni Kenshin: The Beginning (nomor 5) memiliki 7,7.

Tiga seri tiba di nomor lima dengan napas pendek: Jurassic World: Fallen Kingdom dengan 6,5, film kelima bajak laut Karibia dengan 6,7, dan Ice Age: Collision Course dengan 6,1. Dan di ujung layar berdiri Spectre (2015), film ke-24 James Bond, satu-satunya wakil seri terpanjang dalam sejarah bioskop di katalog ini.

Lepasan dan prekuel

Layar ini memutar enam belas film yang lahir dari sebuah seri tetapi berdiri di samping urutan utamanya. Rata-ratanya 7,14. Dua memiliki rating 8,0 atau lebih: Puss in Boots: The Last Wish (2022) dengan 8,2, lepasan dari dunia Shrek, dan Cruella (2021) dengan 8,0, kisah asal-usul seorang penjahat Disney.

Logan (2017) memiliki 7,8 dan menutup kisah Wolverine dengan nada yang jauh dari film X-Men lain. Dua film Wolverine sebelumnya, X-Men Origins: Wolverine (2009) dan The Wolverine (2013), berada di 6,3 dan 6,4. X-Men: First Class (2011), prekuel yang memulai ulang seri itu, memiliki 7,3.

Star Wars menyumbang dua lepasan dengan nasib berbeda: Rogue One: A Star Wars Story (2016) dengan 7,5 dan Solo: A Star Wars Story (2018) dengan 6,6. Dari animasi ada Minions (2015) dan Minions: The Rise of Gru (2022), Penguins of Madagascar (2014), Lightyear (2022), dan Mufasa: The Lion King (2024).

Indonesia diwakili Rudy Habibie (2016) dengan rating 7,7, prekuel yang mengikuti masa muda B.J. Habibie di Jerman. Black Widow (2021) dan Venom: Let There Be Carnage (2021) melengkapi layar. Saran menontonnya ada di Panduan lepasan dan prekuel.

Buat ulang dan versi baru

Layar terakhir memutar sembilan belas film yang menceritakan kembali cerita lama. Rata-ratanya 6,86, dan sebarannya paling lebar di antara semua layar: dari 8,2 sampai 4,8.

Di puncak berdiri empat buat ulang yang diakui lebih dikenal daripada aslinya. The Departed (2006), dengan 8,2, memindahkan film gangster Hong Kong ke Boston. Bebas (2019), dengan 8,0, memindahkan film Korea tentang geng sekolah ke Jakarta. Ben-Hur (1959), film tertua di LayarCinema21, dan CODA (2021) sama-sama memiliki 7,9. Sweet 20 (2017), buat ulang Indonesia lain dari film Korea, memiliki 7,5.

Disney mengisi lima tempat dengan versi baru dari animasi klasiknya: Aladdin (2019) dan The Lion King (2019) dengan 7,1, Beauty and the Beast (2017) dengan 7,0, The Jungle Book (2016) dengan 6,9, dan Dumbo (2019) dengan 6,6. Tim Burton hadir tiga kali: Dumbo, Charlie and the Chocolate Factory (2005), dan Alice in Wonderland (2010).

Di dasar layar berdiri buat ulang yang kurang disambut: Ghostbusters (2016) dengan 5,3 dan Home Sweet Home Alone (2021) dengan 4,8, salah satu rating terendah di katalog. The Karate Kid (2010), War of the Worlds (2005), Dolittle (2020), Tom & Jerry (2021), dan Catatan si Boy (2023) berada di antara keduanya. Uraiannya ada di Panduan buat ulang.

Dua puluh lima lanjutan yang melampaui film pertamanya

Daftar lanjutan yang melampaui menjawab pertanyaan utama halaman ini dengan nama. Dua puluh lima film lanjutan di LayarCinema21 memiliki rating lebih tinggi daripada film pertama serinya. Dibandingkan dengan 141 film bernomor dua atau lebih, itu kira-kira satu dari enam.

Tujuh di antaranya film Indonesia: Cek Toko Sebelah 2, Perahu Kertas 2, The Raid 2: Berandal, Single: Part 2, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Ayat-Ayat Cinta 2, dan Laskar Pelangi 2: Edensor. Itu bagian yang besar untuk empat puluh empat film Indonesia di katalog, dan menunjukkan bahwa lanjutan dalam negeri sering dibuat dengan lebih percaya diri daripada film pertamanya.

Dari Hollywood, yang paling terkenal adalah The Empire Strikes Back (8,4 di atas 8,2) dan The Lord of the Rings: The Return of the King (8,5 di atas 8,4). Dua film Harry Potter melampaui film pertama: Prisoner of Azkaban dan Deathly Hallows: Part 2. Dua film Avengers, Infinity War dan Endgame, melampaui The Avengers dengan 8,2 di atas 8,1.

Lompatan terbesar, 0,8 angka, dicatat tiga film: Thor: Ragnarok, The Boss Baby: Family Business, dan The Angry Birds Movie 2. Dua film Spider-Man, dua film Sonic, The Hobbit: The Desolation of Smaug, Maleficent: Mistress of Evil, Red Cliff II, The Secret Life of Pets 2, dan Trolls World Tour melengkapi daftar. Uraiannya ada di Panduan lanjutan yang melampaui.

Apa resep lanjutan yang berhasil

Membaca dua puluh lima judul itu berturut-turut memperlihatkan tiga resep. Resep pertama: memperluas dunia. The Empire Strikes Back, The Raid 2, dan The Desolation of Smaug membawa tokohnya ke tempat yang lebih besar dan lebih berbahaya daripada film pertama.

Resep kedua: mengganti nada. Thor: Ragnarok mengubah seri yang serius menjadi komedi berwarna-warni. Prisoner of Azkaban membuat dunia sihir terasa lebih gelap dan lebih dewasa. Keberanian mengubah rasa sering lebih dihargai penonton daripada kesetiaan pada rumus.

Resep ketiga: menutup dengan sungguh-sungguh. The Return of the King, Deathly Hallows: Part 2, dan Avengers: Endgame adalah babak akhir yang sudah dinanti bertahun-tahun, dan penonton memberi nilai tinggi kepada janji yang ditepati. Film kedua yang hanya mengulang film pertama dengan lebih banyak ledakan jarang masuk daftar ini.

Perjalanan beberapa seri dari layar ke layar

Susunan menurut nomor memungkinkan kita mengikuti satu seri melintasi layar. Toy Story berjalan paling rata: 8,0, 7,6, 7,8, dan 7,5 pada empat filmnya. Harry Potter hampir sama stabilnya, bergerak antara 7,7 dan 8,1 sepanjang delapan film. Trilogi cincin bahkan naik: 8,4, 8,4, 8,5.

Seri lain menurun perlahan. Ice Age bergerak dari 7,4 ke 6,7, 6,8, 6,4, dan 6,1 pada film kelima. Bajak laut Karibia bergerak dari 7,8 ke 7,4, 7,3, 6,6, dan 6,7. Despicable Me bergerak dari 7,3 ke 7,0 dan 6,5. Polanya serupa: tiap lanjutan kehilangan sedikit, dan sesudah empat film selisihnya terasa.

Star Wars menggambar garis paling berliku. Menurut urutan rilis: 8,2, lalu 8,4, lalu 7,9 pada trilogi pertama; 6,6, 6,6, dan 7,5 pada trilogi kedua; 7,2, 6,7, dan 6,2 pada trilogi ketiga. Tiap trilogi memiliki bentuknya sendiri, dan hanya yang pertama yang memuncak di tengah.

Beberapa seri justru membaik. Mission: Impossible naik pada tiap film yang hadir di sini. Sonic naik dua kali berturut-turut. Kisah Spider-Man versi 2017 naik dari 7,3 ke 7,4 lalu 7,9. Seri yang belajar dari film sebelumnya memang ada, hanya jumlahnya lebih sedikit.

Tiga bentuk trilogi

Banyak seri di LayarCinema21 hadir lengkap dengan film pertama, kedua, dan ketiganya, dan garis rating tiga film itu jatuh ke dalam tiga bentuk. Bentuk pertama adalah tangga turun: tiap film sedikit di bawah yang sebelumnya. Iron Man bergerak dari 7,7 ke 6,9 dan 6,9. Despicable Me bergerak dari 7,3 ke 7,0 dan 6,5. Dilan bergerak dari 7,5 ke 6,9 dan 6,2, Comic 8 dari 6,2 ke 5,9 dan 5,4, dan God of Gamblers dari 7,2 ke 6,9 dan 6,6.

Bentuk kedua adalah lembah: film kedua turun, lalu film ketiga bangkit. Toy Story bergerak dari 8,0 ke 7,6 lalu 7,8. Cars bergerak dari 7,1 ke 6,2 lalu 6,9. Thor bergerak dari 6,8 ke 6,5 lalu 7,6, dan Laskar Pelangi dari 7,6 ke 6,6 lalu 7,8. Madagascar, Men in Black, dan Jumanji menggambar lembah yang lebih dangkal. Lembah adalah bentuk paling umum di katalog ini: para pembuat film rupanya belajar dari film kedua.

Bentuk ketiga adalah tanjakan, dan ia paling jarang. Trilogi cincin naik dari 8,4 ke 8,4 lalu 8,5. Sonic naik dari 7,3 ke 7,4 lalu 7,6. Kisah Spider-Man yang dimulai pada 2017 naik dari 7,3 ke 7,4 lalu 7,9. Dua trilogi membentuk bukit, dengan puncak di tengah: The Hobbit dengan 7,4, 7,6, dan 7,3, serta kedai kopi Ben dan Jody dengan 6,8, 7,0, dan 6,2.

Ruang paling kuat dan ruang paling berat

Lima belas layar itu dapat juga diurutkan menurut rata-rata ratingnya. Empat ruang teratas adalah layar 1 untuk drama dan laga dunia dengan 7,45, layar 1 untuk petualangan dan fantasi dengan 7,42, layar 3 untuk laga dan fantasi dengan 7,32, dan layar 1 untuk pahlawan dan fiksi ilmiah dengan 7,3. Tiga dari empat ruang terkuat adalah ruang film pertama, dan satu-satunya ruang lanjutan di antaranya adalah ruang film ketiga.

Empat ruang dengan rata-rata terendah adalah layar 2 untuk film Indonesia dengan 6,47, layar 3 untuk animasi dan keluarga dengan 6,69, layar buat ulang dengan 6,86, dan layar 4 dengan 6,91. Ruang-ruang itu tetap menyimpan film bagus, seperti Cek Toko Sebelah 2, Toy Story 3, The Departed, dan Avengers: Endgame; rata-ratanya turun karena di sanalah lanjutan yang lelah ikut berkumpul.

Pelajaran praktisnya: di ruang yang rata-ratanya rendah, rating tiap film lebih perlu diperhatikan, sebab jarak antara yang terbaik dan yang terlemah di sana paling lebar. Di layar 2 untuk film Indonesia, jarak itu membentang dari 7,9 sampai 2,7.

Seri film Indonesia dari layar ke layar

Empat puluh empat film Indonesia di LayarCinema21 membentuk delapan belas seri, dan perjalanannya layak diikuti tersendiri. Uraian lengkapnya ada di Seri Indonesia di LayarCinema21.

Seri terpanjang adalah dunia Dilan dengan empat rilis: Dilan 1990 (7,5), Dilan 1991 (6,9), Milea: Suara dari Dilan (6,2), dan Dilan 1983 (6,3). Empat seri memiliki tiga film: kisah Belitung dari Laskar Pelangi sampai Edensor, kedai kopi Ben dan Jody, Comic 8, dan Warkop DKI Reborn.

Laskar Pelangi menggambar garis yang jarang: turun pada film kedua, lalu naik pada film ketiga ke angka tertinggi serinya. Comic 8 dan Warkop DKI Reborn menggambar garis yang lebih umum, menurun dari film ke film. Sebelas seri lain berhenti di film kedua, dan lima di antaranya ditutup dengan film kedua yang lebih baik daripada yang pertama.

Jarak waktu antarfilm juga menarik. Petualangan Sherina menunggu dua puluh tiga tahun untuk lanjutannya. Ada Apa dengan Cinta? menunggu empat belas tahun, dan Nagabonar menunggu dua puluh satu tahun. Lanjutan yang datang selambat itu sebenarnya film reuni: penonton yang dulu anak-anak datang kembali sebagai orang tua.

Perlukah menonton film sebelumnya?

Pertanyaan ini paling sering diajukan, dan jawabannya bergantung pada jenis serinya. Untuk seri dengan satu cerita bersambung, jawabannya ya: Harry Potter, trilogi cincin, The Hunger Games, dan dua film terakhir Avengers ditulis sebagai satu kisah panjang, dan nomor di poster adalah urutan yang sebaiknya diikuti.

Untuk seri dengan petualangan lepas, Anda bebas masuk dari layar mana pun. Film Indiana Jones, Mission: Impossible, Ice Age, Madagascar, dan Night at the Museum masing-masing menceritakan satu petualangan utuh. Film James Bond di layar ke-24 dapat ditonton sebagai film pertama Anda.

Lepasan dan buat ulang hampir selalu dapat berdiri sendiri. Logan, Rogue One, dan Puss in Boots: The Last Wish sering justru menjadi pintu masuk yang lebih baik daripada film pertama serinya. Dan untuk buat ulang, menonton versi aslinya sesudahnya memberi kesenangan tambahan: melihat apa yang diubah dan apa yang dipertahankan.

Kapan sinema mulai gemar bernomor

Tahun rilis film-film di tiap baris bercerita tentang sejarah. Di layar 1, film tertua berasal dari 1964. Di layar 2, film tertua adalah The Godfather Part II dari 1974 dan The Empire Strikes Back dari 1980. Di layar 3, yang tertua adalah Return of the Jedi dari 1983. Di layar 4 yang tertua berasal dari 1999, dan di layar 5 ke atas dari 2002.

Jadi makin besar nomornya, makin muda filmnya. Sampai akhir abad kedua puluh, seri film jarang melewati tiga bagian. Sejak 2000-an, studio mulai merencanakan cerita sebagai rangkaian panjang sejak awal, dan penonton terbiasa menunggu bagian berikutnya. Seluruh film bernomor lima ke atas di LayarCinema21 rilis sesudah tahun 2001.

Buat ulang mengikuti irama yang lain. Dari sembilan belas buat ulang di sini, lima belas rilis sejak 2010, ketika versi baru dari animasi klasik menjadi kebiasaan. Hanya Ben-Hur yang berasal dari masa sebelum 2000, pengingat bahwa menceritakan ulang kisah lama sebenarnya setua bioskop itu sendiri.

Jeda terpanjang antara dua layar

Sebagian lanjutan datang cepat, sebagian lain menunggu satu generasi. Jeda terpanjang di LayarCinema21 dimiliki Mary Poppins: lima puluh empat tahun memisahkan film pertama dari Mary Poppins Returns. Mad Max: Fury Road datang tiga puluh tahun sesudah film ketiga serinya.

Di Indonesia, Petualangan Sherina 2 datang sesudah dua puluh tiga tahun dan Nagabonar Jadi 2 sesudah dua puluh satu tahun. Jumanji menunggu dua puluh dua tahun untuk film keduanya, The Incredibles empat belas tahun, Avatar tiga belas tahun, dan Zootopia sembilan tahun.

Lanjutan yang datang terlambat menghadapi ujian ganda: memuaskan penonton lama yang membawa kenangan dan menarik penonton baru yang datang dengan mata segar. Fury Road lulus dengan gemilang. Sebagian besar yang lain mendapat rating sedikit di bawah film pertamanya, sebab kenangan adalah lawan yang berat.

Cara memakai LayarCinema21 sehari-hari

Beranda LayarCinema21 menaruh papan lima belas layar tepat di bawah pengantar. Tiap baris papan mewakili satu nomor, dan tiap keping di dalamnya mewakili satu ruang putar beserta jumlah filmnya. Satu ketukan pada keping menggulir halaman ke ruang itu.

Tiap ruang menampilkan enam poster, yaitu enam film yang paling banyak dinilai di sana, dengan nomor urut tercetak besar di sudut poster. Tombol "Lihat semua" membuka seluruh isi ruang. Karena baris-barisnya berurutan, menggulir beranda dari atas ke bawah berarti berjalan dari film pertama menuju lanjutan-lanjutan yang makin jauh, lalu ke lepasan dan buat ulang.

Mencari sebuah seri

Kotak pencarian LayarCinema21 paling berguna untuk mengumpulkan satu seri dalam satu layar. Ketik "Harry Potter" dan kedelapan filmnya muncul dengan nomor 1 sampai 8 di poster masing-masing. Ketik "Star Wars" untuk film-film yang memakai nama itu di judulnya, termasuk dua lepasannya. Ketik "Dilan" untuk empat rilis dunia Dilan.

Pencarian juga menerima nama pemeran dan tahun. Ketik "Robert Downey Jr." untuk melihat sebelas film: tiga Iron Man, empat Avengers, dua Sherlock Holmes, Spider-Man: Homecoming, dan Dolittle. Halaman A–Z memuat seluruh 263 judul menurut abjad, sehingga film-film satu seri juga berjajar di sana. Kiat lengkapnya ada di Pencarian.

Halaman film

Tiap halaman film di LayarCinema21 menampilkan judul, tahun, durasi, rating, genre, sinopsis berbahasa Indonesia, sutradara, dan pemeran utama. Film Indonesia tampil dengan judul aslinya. Sesudah negara dipilih, tombol Tonton sekarang membuka judul tersebut di JustWatch, lengkap dengan layanan resmi yang menayangkannya.

LayarCinema21 sendiri berhenti sebagai panduan; film diputar di layanan resmi, dengan subtitle dan sulih suara dari layanan itu. Satu kiat untuk penonton seri: banyak layanan menyediakan semua film sebuah seri sekaligus, jadi periksa di JustWatch layanan mana yang memiliki nomor terbanyak sebelum memulai maraton. Soal bahasa dijelaskan di Bahasa dan subtitle.

Daftar Saya untuk maraton

Daftar Saya di LayarCinema21 cocok dipakai sebagai daftar maraton. Tambahkan semua film sebuah seri lewat tombol di tiap poster, lalu tonton menurut nomornya. Daftar itu disimpan peramban perangkat Anda, jadi kemajuan maraton tetap terjaga dari hari ke hari selama Anda memakai perangkat yang sama.

Hitungan kasarnya membantu merencanakan. Trilogi cincin memerlukan sekitar sembilan jam lebih. Empat film Toy Story memerlukan enam jam lebih sedikit. Delapan film Harry Potter memerlukan hampir dua puluh jam, pas untuk libur panjang. Kiat lainnya ada di Panduan Daftar Saya.

LayarCinema21 di ponsel

Pada ponsel, bilah atas LayarCinema21 memuat logo berlayar kecil dan tombol menu. Papan layar tersusun ke bawah per nomor, dan poster berjajar dua-dua dengan nomor urut yang tetap besar dan mudah dibaca. Menu membuka Layar, tiap nomor, Lepasan dan ulang, Melampaui, serta A–Z.

Halaman-halamannya terdiri dari teks dan poster berukuran hemat, sehingga LayarCinema21 enak dibuka dengan kuota terbatas. Situs ini juga dapat dipasang di layar utama ponsel lewat menu peramban. Langkahnya ada di LayarCinema21 di ponsel.

Memilih layar menurut suasana

Jika Anda ingin sesuatu yang benar-benar baru, pilih layar 1. Di sana tiap film memperkenalkan dunianya dari awal, sehingga Anda dapat masuk dengan tangan kosong. Jika Anda baru saja menyukai sebuah film pertama, layar 2 menunggu dengan lanjutannya; cari judul yang sama dan lihat apakah angkanya naik atau turun.

Jika Anda ingin tontonan besar untuk beramai-ramai, layar 3 untuk laga dan fantasi adalah pilihan yang aman: film ketiga biasanya paling megah, dan ruang itu memiliki rata-rata tertinggi di antara ruang lanjutan. Jika Anda ingin kejutan, buka layar lepasan dan prekuel, tempat tokoh sampingan mendapat panggungnya sendiri.

Dan jika Anda menonton bersama orang tua atau kakek nenek, layar buat ulang sering memancing cerita: banyak dari mereka mengenal versi lamanya dan senang membandingkan.

Enam pasangan lintas nomor

Sebagian kesenangan seri film ada pada perbandingan. Berikut enam pasangan untuk ditonton berdekatan. Pasangan pertama: The Godfather dan The Godfather Part II, layar 1 dan layar 2 dengan rating 8,7 dan 8,6; tontonlah keduanya dan putuskan sendiri mana yang lebih besar.

Pasangan kedua: Star Wars dan The Empire Strikes Back, contoh paling terkenal dari lanjutan yang melampaui. Pasangan ketiga: Serbuan Maut dan The Raid 2: Berandal, dari satu gedung ke seluruh kota. Pasangan keempat: Cek Toko Sebelah dan Cek Toko Sebelah 2, dua komedi keluarga yang tumbuh bersama tokohnya.

Pasangan kelima melintasi layar yang lebih jauh: Thor dan Thor: Ragnarok, layar 1 dan layar 3, dua film dengan tokoh yang sama dan nada yang nyaris berlawanan. Pasangan keenam: Laskar Pelangi dan Laskar Pelangi 2: Edensor, dari sekolah miskin di Belitung sampai ruang kuliah di Paris.

Buat ulang dan sumbernya

Layar buat ulang memiliki pasangannya sendiri, yaitu film asli yang kebanyakan berada di luar katalog ini. Beberapa di antaranya layak dicari. The Departed lahir dari film gangster Hong Kong awal 2000-an. Bebas dan Sweet 20 lahir dari dua film Korea yang sangat laris di negerinya. CODA lahir dari komedi Prancis tentang keluarga peternak tuli.

Ben-Hur tahun 1959 sendiri adalah versi ketiga dari novel yang sama. Lima film Disney di layar itu lahir dari animasi yang rilis antara 1941 dan 1994. Dan Catatan si Boy tahun 2023 menghidupkan kembali tokoh idola remaja Indonesia tahun delapan puluhan.

Pola yang terlihat: buat ulang paling berhasil ketika memindahkan cerita ke tempat dan bahasa yang baru, seperti The Departed, Bebas, dan CODA. Buat ulang yang hanya mengulang cerita di tempat yang sama dengan teknologi lebih baru cenderung mendapat sambutan lebih dingin.

Rencana empat pekan dari layar 1

Bagi pembaca yang menyukai rencana, berikut satu usulan untuk bulan pertama: satu seri pendek tiap pekan. Pekan pertama, dua film: Before Sunrise dan Before Sunset, layar 1 dan layar 2, hanya 181 menit untuk keduanya. Pekan kedua, dua film Indonesia: Cek Toko Sebelah dan lanjutannya.

Pekan ketiga, satu trilogi animasi yang terus membaik: tiga film Sonic the Hedgehog, cocok untuk ditonton bersama anak. Pekan keempat, satu trilogi besar: The Lord of the Rings, sembilan jam lebih yang paling baik dibagi menjadi tiga malam.

Sepuluh film itu berasal dari empat seri dan mengisi layar 1, layar 2, dan layar 3. Sesudahnya Anda siap untuk maraton yang lebih panjang: delapan layar Harry Potter atau sembilan layar Star Wars.

Lima langkah untuk kunjungan pertama

Langkah pertama: lihat papan lima belas layar di beranda. Langkah kedua: pilih nomor, lalu salah satu ruangnya. Langkah ketiga: baca nomor urut, rating, dan durasi di tiap poster.

Langkah keempat: buka halaman film, baca sinopsisnya, dan cari film lain dari seri yang sama lewat pencarian. Langkah kelima: pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang. Uraian tiap langkah ada di Mulai di LayarCinema21, dan jawaban atas pertanyaan yang sering muncul ada di Tanya jawab.

Yang dijaga LayarCinema21

Tiap film diputar di tepat satu layar, menurut nomor urut rilisnya di dalam seri. Nomor disusun redaksi dan ditampilkan apa adanya, begitu pula rating, termasuk untuk lanjutan yang kurang disambut. Seluruh angka di halaman ini dihitung dari katalog itu sendiri, sehingga Anda dapat memeriksanya dengan membuka layar yang bersangkutan.

Sinopsis ditulis dalam bahasa Indonesia. Tombol Tonton sekarang selalu menuju JustWatch dan layanan resmi yang terdaftar di sana. LayarCinema21 berdiri sendiri sebagai situs panduan dengan tim redaksinya sendiri; poster, rating, dan data produksi berasal dari TMDB.

Seri film terus bertambah nomornya. Ketika bagian baru sebuah seri rilis, ia akan mendapat layarnya, dan penonton akan kembali menimbang apakah ia sanggup melampaui yang pertama.

Pertanyaan

Apa itu LayarCinema21?

LayarCinema21 adalah panduan film berbahasa Indonesia yang menyusun 263 film menurut nomor urutnya dalam sebuah seri: layar 1 untuk film pertama, layar 2 untuk lanjutan, dan seterusnya, ditambah lepasan, prekuel, dan buat ulang.

Apa arti nomor besar di poster?

Itu nomor urut film di dalam serinya menurut urutan rilis. Tanda tambah berarti lepasan atau prekuel, dan tanda panah melingkar berarti buat ulang.

Mengapa prekuel Star Wars bernomor 4, 5, dan 6?

Karena nomor mengikuti urutan rilis. Tiga film prekuel itu rilis sesudah trilogi asli, meskipun ceritanya terjadi lebih dahulu.

Apakah lanjutan pernah lebih bagus daripada film pertama?

Ya. Dua puluh lima lanjutan di katalog ini memiliki rating lebih tinggi daripada film pertama serinya, termasuk The Empire Strikes Back, Thor: Ragnarok, dan Cek Toko Sebelah 2.

Nomor berapa yang rata-ratanya paling tinggi?

Film pertama, dengan rata-rata 7,26. Film kedua memiliki 6,93, film ketiga 7,03, film keempat 6,91, dan film kelima ke atas 7,13.

Perlukah menonton film sebelumnya?

Untuk seri dengan cerita bersambung seperti Harry Potter dan The Lord of the Rings, ya. Untuk seri petualangan lepas seperti Indiana Jones dan Mission: Impossible, Anda bebas mulai dari nomor mana pun.

Seri apa yang paling panjang di sini?

Star Wars dengan sembilan film bernomor dan dua lepasan, disusul Harry Potter dengan delapan film. Spectre mewakili seri James Bond sebagai film ke-24.

Apakah ada seri film Indonesia?

Ada empat puluh empat film Indonesia dalam delapan belas seri, dari Laskar Pelangi dan Dilan sampai Cek Toko Sebelah dan The Raid.

Di mana film diputar?

Tombol Tonton sekarang membuka halaman film di JustWatch untuk negara pilihan Anda. Di sana tampil layanan resmi tempat film itu dapat ditonton, disewa, atau dibeli.

Bagaimana cara menyimpan film untuk nanti?

Tekan tombol Daftar Saya di poster atau di halaman film. Daftar tersimpan di peramban Anda dan bisa dibuka kembali kapan saja di perangkat yang sama.